Senin, 03 Agustus 2015

Penyelewengan Berita Populer

SUmber foto Seperti yang kita ketahui, belakangan ini sedang ramai pemberitaan soal kasus suap hakim. Kasus ini banyak melibatkan nama-nama tenar seperti pengacara, OC Kaligis dan gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho. Pada akhirnya, 3 Agustus 2015, Gatot dan Evy Susanti ditahan oleh KPK. Evy diketahui sebagai istri muda dari Gatot. Sementara istri pertamanya bernama Sutias Handayani, yang mendampinginya dengan setia saat melaksanakan kampanye menuju Sumut 1. Kondisi ini ternyata mengundang banyak komentar "nyinyir" dari masyarakat, terutama Netizen di sosial media. Istri kedua dianggap membawa musibah bagi Gatot, sehingga seolah ada usaha menggeneralisir bahwa istri kedua seperti membawa malapetaka. Tentu saja hal ini akan menyinggung-nyinggung masalah poligami yang dikhawatirkan akan berakhir dengan debat agama. Saya bukan seseorang yang mendukung atau bercita-cita untuk poligami. Namun, jika pemberitaan seperti ini dijadikan senjata untuk menyudutkan suatu kelompok, maka ada baiknya hal ini diluruskan. Kejadian seperti ini bisa menimpa siapa saja, baik pelaku poligami maupun monogami. Jangan seolah-olah kebetulan seperti ini dibuat menjadi opini bahwa ditangkapnya Gatot merupakan azab akibat membagi hati pada dua orang wanita. Pada dasarnya suatu kejadian buruk yang menimpa tergantung dari moral manusianya. Sehingga memvonis seseorang akibat suatu hal yang tidak ada hubungannya dengan kejadian yang menimpanya akan membuat kita terlihat tidak berpendidikan. Semoga kita bisa lebih bijak lagi dalam berkomentar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar