Rabu, 25 November 2009
Lupa ATM
Selasa, 24 November 2009
Komunikasi Dalam Perspektif Islam
Komunikasi Dalam Perspektif Islam
Kemajuan barat dalam teknologi dan intelektual seolah membuat dunia ini hanya menjadi suatu tempat yang bisa dilewati hanya sekejap mata. Hal terutama dengan kekuasaan barat atas komunikasi yang bisa membawa kemanusiaan ke arah konsumerisme pasif. Pandangan masyarakat dunia pun telah membuat dunia barat, yang dimotori oleh Amerika Serikat menjadi sebuah trendsetter bagi semua perkembangan yang terjadi di dunia ini. Tak terkecuali dunia muslim yang disebut-sebut sebagai kekuatan terbesar untuk melawan Amerika Serikat setelah runtuhnya Uni Soviet. Maka akan muncul masalah jika media komunikasi barat juga telah merasuk dan mempengaruhi dunia muslim. Hal ini semakin dikuatkan dengan adanya kovergensi media melalui dunia maya yang saat ini kita lebih kenal dengan internet. Serbuan arus informasi ini seakan telah menggambarkan betapa media informasi kita sedang mengalami perang yang mahadahsyat meskipun tanpa senjata.
Konsep komunikasi antara dunia islam dan barat sendiri memiliki pandangan yang berbeda pula. Barat yang sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan bernegara dan sosial) tentu saja akan menggunakan konsep “kebetulan” saja manusia memang berkembang dan berkata-kata. Dan inilah yang secara “kebetulan” membedakan manusia dengan hewan dan makhluk lainnya.
Sementara dalam pandangan islam, yang dijelaskan dalam Al Qur’an, manusia memang merupakan makhluk yang paling sempurna dengan banyak anugerah kemampuan dari Allah SWT. Dan salah satu kemampuan manusia yang paling menonjol adalah berbicara.
Komunikasi pun memiliki beberapa tingkatan yang dikelompokkan dalam berbagai interaksi seperti Intrapersonal, ekstapersonal, interpersonal, dan massa. Meskipun begitu, dalam praktiknya komunikasi manusia bisa menjadi dua kategori utama.
Dalam islam, Al qur’an merupakan sumber panduan utama yang dilengkapi dengan Al Hadits. Qur’an meliputi seluruh aspek kehidupan manusia dan memberikan prinsip-prinsip umum untuk diterapkan pada situasi –situasi di kehidupan nyata. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa subjek dan audiens utama dari sumber pengetahuan ini adalah manusia. Menurut Mawdudi, dalam Towards Understanding The Qur’an, tujuan dari Qur’an adalah membawa manusia ke jalan yang benar dan menerangkan panduan tuhan yang sesungguhnya yang sudah seringkali hilang akibat kelalaian dan kebutaan manusia atau rusak akibat kejahatannya.
Dengan memfokuskan pada tema dan tujuan sentral ini, jelas bahwa tujuan dasar dari pedoman ini adalah untuk mengarahkan manusia, ciptaan tuhan yang paling mulia, untuk menjadi khalifah yang berhasil. Oleh sebab itu, Qur’an dan Hadits sangat mengutamakan pembinaan umat manusia.
Qur’an dan sunnah tidak menganggap bahwa hubungan interpersonal, yang tidak bisa terjalin tanpa komunikasi, terpisah atau seperti pengertian sekuler yang sempit dan berorientasi pada komersil modern, di mana keefektifan komunikasi memiliki tujuan yang sifatnya duniawi. Sebaliknya sumber-sumber pengetahuan terbuka memandang hubungan interpersonal sebagai aktifitas etika yang paling penting dan mengintegrasikannya dengan keseluruhan sistem hubungan manusia.
Tingkatan atau jenis komunikasi manusia yang lainnya adalah komunikasi
Penggerak komunikasi
Lalu apa itu media massa? Media massa merupakan alat melalui mana suatu organisasi menyampaikan pesan kepada manusia lain yang berjumlah besar.Media massa sebagai industri yang sangat menguntungkan telah menjadi suatu gaya hidup masyarakat dan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam meninabobokan masyarakat melalui kendalinya yang sangat luar biasa. Inilah pengaruh potensial dari media terhadap sistem komunikasi massa dan arus informasi global. Maka tidak berlebihan jika dikatakan industri media barat yang sekuler merupakan komunikasi massa yang, mengutamakan keuntungan material, hegemoni politik, serta imperialisme budaya.
Al qur’an bukan hanya mengarahkan pada jalan yang benar, tetapi juga memiliki tujuan fundamental, di mana tujuan penciptaan tetap menjadi sasaran utama. Intinya lakukanlah suatu kegiatan dengan tetap mengingat Allah SWT dan tidak merugikan orang lain.
Media barat memang sangat liberal dan menjadikan kebebasan berekspresi sebagai tameng utama dalam menjalankan kegiatannya. Sehingga nurani sudah tidak lagi menjadi suatu pertimbangan dalam menampilkan suatu produk. Dalam perspektif Qur’an kebebasan merupakan sebuah keistimewaan dan hak sejak lahir yang diberikan tuhan kepada umatNya tanpa melakukan hal-hal yang sudah melewati batasan yang merugikan. Tapi secara individu, manusia bebas berkehendak dan memilih. Tentu saja berbeda dengan pandangan yang sekuler.
Orang muslim sebenarnya belum memberikan kontribusi intelektual dan teknologi bagi sistem komunikasi modern. Sehingga banyak negara muslim yang masyarakatnya justru menjadi pengikut dari kebudayaan intelektual sekuler asing. Padahal, pedoman kita yaitu Al qur’an dan Al hadits telah bnayk memberikan solusi konkret dari semua permasalahan. Maka ini adalah tugas kita untuk mengislamkan pemikiran sekuler, salah satunya melalui media dakwah.
kenistaan di tengah badai
di kasur
di kantor
bahkan di wc
sayangnya tak semua orang mengerti
bagaimana perasaan ini muncul
apa yang harus kulakukan?
berdoa?
berusaha?
atau menyelaraskan hidup sebaik mungkin
Tuhan, tolong aku
secepatnya
Rabu, 05 Agustus 2009
Setelah Kepergian Mbah Surip....
Rabu, 08 Juli 2009
detikcom : Demo Golput di Bundaran HI Dibubarkan Polisi
summary : Belasan orang dari Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) demo menyerukan golput di Bundaran HI. Gara-gara tidak mengantongi izin, demo itu pun dibubarkan aparat kepolisian. (read more)
Rabu, 24 Juni 2009
Sekali2 nulis cerpen, baca aja ya
Hari Ini … Bulan Lalu
Aku adalah Ujo Sumarjo. Aku sedang berada di kantor polisi. Aku memakai baju putih hitam bernomor seri. Aku dibawa ke sebuah ruangan yang ada di sebelah kiri laboratorium multimedia bersama tiga orang polisi berpakaian preman. Mereka bertanya:
- - Nama?
+ Ujo Sumarjo
- - Kenapa ada di sini?
+ …….
Kopi yang disediakan mereka pun tidak aku sentuh. Aku terlalu takut untuk bergerak, berkata, bahkan bernafas. Dadaku sesak, tapi memelas pun sudah terlambat. Aku hanya melihat ke arah meja, sesekali melihat jam dinding yang terus melaju tanpa henti.
Dalam hitungan detik aku terdiam, tak lama kemudian mereka mengeluarkan empat buah film dalam bentuk cakram. Aku langsung menelan ludah.
- - Jadi?
+ ……
Hari ini tiga bulan yang lalu.
Senja kelam hari itu. Jendela basah karena hujan. Aku dan Yono sedang meringkuk kedinginan.
+ Jadi Yon?
- - Apa?
+ Film itu?
- - Oh,….. Kamu yakin?
+ Tak pernah seyakin ini.
- - Tahu risikonya?
+ Sangat tahu, dan aku sudah siap. Agar masyarakat tahu siapa mereka. Agar mereka jadi lebih tahu diri bahwa mereka tidak bisa terus menerus sok suci di layar kaca.
- - Kamu bisa bayangkan pandangan orang nanti padamu?
+ Biar saja! Aku sudah cerai, anakku dibawanya pula. Orang tuaku sudah tiada. Kerabat lain nun jauh di sana. Apa bedanya aku dengan sebatang kara?
- - Teman-teman yang lain? Pegawaimu?
+ Bagiku, teman hanya kamu Yon. Mereka tak pernah kuanggap teman, melainkan seonggok sampah yang baunya terus berseliweran di hidungku.
- - Tahukah kamu bahwa tiga hari lagi aku ke Paris? Dan aku tidak mau tahu apapun yang terjadi berikutnya.
+ Aku tahu dan tenang saja. Kamu akan tetap bebas, dan tak perlu kamu mengunjungi aku nanti.
- - Hmm…. Baiklah
Yono mulai bekerja di depan komupterku. Dia tidak akan mau diganggu saat seperti itu. Aku hanya bisa memandangi Yono dari belakang. Aku sadar dia akan segera pergi, dan ketika saat itu tiba, aku benar-benar jadi sebatang kara. Tapi aku tetap mantap, ini demi masyarakat yang sudah gusar terhadap kulit setan yang terus melapisi mereka.
- - Sudah Jo.
+ Sebarkan sekarang!
- - …
+ Jangan ragu Yon!
- - Demi tuhan, aku tak mau menanggungnya
+ Tidak akan….
Hari ini delapan bulan yang lalu.
Aku membuka sebuah wisma kecil di tempat yang sangat strategis. Wismaku tidak megah, namun memiliki udara yang segar, jauh dari jalan raya, dan sangat tenang. Sangat cocok untuk orang seperti aku yang baru menghancurkan bahtera rumah tangga dan kehilangan rumah pribadi pula. Aku sangat melindungi tamuku, sehingga tiap kamar kupasang kamera tersembunyi untuk menjaga mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan. Penggunaan kamera itu hanya aku yang tahu dan hanya aku yang bisa menggunakannya.
Aku tidak pernah benar-benar memperhatikan tamu satu per satu secara langsung. Bertatap muka untuk sekedar menanyakan pendapat mereka tentang wismaku pun bisa dihitung dengan jari. Kegiatan rutinku mungkin hanya mengawasi pegawai dan melihat-lihat keadaan tamu melalui televisi yang tersambung pada kamera. Hanya pada malam hari, hal itu tidak kulakukan demi menjaga privasi.
Tapi tuhan berkehendak lain ketika pegawaiku yang polos menghampiriku.
- - Pak, saya diberi uang dalam jumlah besar, diterima tidak ya?
+ Oleh?
- - Anggota dewan yang ditemani seorang wanita muda
Aku memutuskan kamera hidup selama 24 jam, dan alhasil gambar-gambar yang kudapat sangat luar biasa.
- 1. Lima anggota dewan dengan para pelacurnya.
2. Ulama komersil dengan seorang wanita muda yang bukan istrinya.
3. Pejabat teras kepolisian dengan seorang artis yang juga bukan istrinya.
4. Seorang jenderal dengan mantan istriku.
“Mereka adalah pembohong besar, manusia-manusia laknat. Mereka bermanis-manis di depan kamera dengan perkataan suci yang selalu mengatasnamakan agama dan rakyat. Bodohnya lagi kita bisa percaya begitu saja. Aku, Ujo Sumarjo, bersumpah, selama aku masih hidup, kalian akan jatuh ke dalam lubang kehancuran!”
Hari ini dua bulan yang lalu.
Wisma aku tutup.
Hari ini, tadi pagi
Aku ditangkap di kamar sewa tempat aku sembunyi. Aku digiring menuju bui yang sunyi dan gelap.